Kamis, 18 April 2013

PERKEMBANGAN USIA LANJUT



BAB VIII
“PERKEMBANGAN PSIKOLOGI MASA LANJUT USIA”
(usia 60-akhir hayat)
A.     PENDAHULUAN
1.     Latar belakang
Masa Lansia sering dimaknai sebagai masa kemunduran, terutama pada keberfungsian fungsi-fungsi fisik dan psikologis. Selain itu penyebab kemunduran fisik ini merupakan suatu perubahan pada sel-sel tubuh bukan karena penyakit khusus tetapi karena proses menua.[1] Kemunduran dapat juga mempunyai penyebab psikologis. Sikap tidak senang terhadap diri sendiri, orang lain, pekerjaan dan penghidupan pada umumnya dapat menuju kepada keadaan uzur, karena terjadi perubahan pada lapisan otak, akibatnya, orang menurun secara fisik dan mental dan mungkin akan segera mati.
Masa lansia bisa jadi juga disertai dengan berbagai penyakit yang menyerang dan menggerogoti kehidupan lansia sekalipun tidak semua lansia adalah berpenyakit, tapi kebanyakan lansia rentan terhadap penyakit-penyakit tertentu akibat kondisi organ-organ tubuh yang telah Aus atau mengalami kemunduran juga fungsi imun (kekebalan tubuh) yang juga menurun. Masalah-masalah lain seperti kemundurun dari aspek sosial ekonomi. Secara ekonomi, lansia merupakan masa pensiun, produktivitas menurun, otomatis penghasilan juga berkurang bahkan bisa jadi nihil. Yang menyebabkan lansia menjadi tergantung atau mengaantungkan diri pada orang lain seperti anak atau keluarga yang lain.
Kemunduran dari segi sosial ditandai dengan kehilangan jabatan atau posisi tertentu dalam sebuah organisasi atau masyarakat, yang telah menempatkan dirinya sebagi individu dengan status terhormat, dihargai, memiliki pengaruh, dan didengarkan pendapatnya. Sekalipun mengalami kemunduran pada beberapa aspek kehidupannya, bukan berarti lansia tidak bisa menikmati kehidupannya. Lansia pasti memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bermanfaat dan menghibur.
Banyak lansia yang masih potensial serta memiliki energi dan semangat untuk berprestasi. Beberapa tokoh mencapai puncak prestasi dalam karirnya justru ketika dia lansia, baik tokoh politisi, ilmuan, dosen, pengusaha, ulama, seniman dll. Segala potensi yang dimiliki oleh lansia bisa dijaga, dipelihara, dirawat dan dipertahankan bahkan diaktualisasikan untuk mencapai kualitas hidup lansia yang optimal.
2.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah pengertian perkembangan?
2.      Apakah pengertian lansia dan ciri-cirinya?
3.      Bagaimana perkembangan lansia?

3.     TUJUAN
1.      Mendiskripsikan pengertian perkembangan.
2.      Mendiskripsikan pengertian lansia dan cirri-cirinya.
3.      Mendiskripsikan perkembangan lansia.












B.     PEMBAHASAN
1.     Pengertian perkembangan
Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman, perkembangan berarti perubahan kualitatif, berarti perkembangan  bukan sekedar perubahan beberapa centimeter tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek.[2]
Dalam proses perkembangan perubahan- perubahan prilaku menurut tingkat usia sebagai masalah antisiden (gejala yang mendahului dan konsekensinya). Pada dasarnya ada dua proses perkembangan yang saling bertentangan yang terjadi secara serampak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan dalam kemunduran keduanya mulai dari kemunduran sampai dengan berakhir dengan kematian.
Dala tahun-tahun pertama pertumbuhan berperan sekalipun perubahan-perubahan yang bersifat kemunduran terjadi semenjak kehidupan janin pada bagian selanjutnya kemunduran yang berperan sekalipun pertumbuhan tidak berhenti, rambut tumbuh terus dan sel-sel terus berganti pada usia lanjut beberapa bagian tubuh dan alam pikiran lebih banyak berubah dari pada yang lain.
Seringkali pola perubahan itu mirip kurva berbentuk lonceng pada awalnya naik dengan tiba-tiba mendatar selama usia pertengahan dan turun secara perlahan atau mendadak pada usia lanjut,perlu di catat pola ini tidak pernah berbentuk garis lurus walaupun dapat terjadi priode stabil yang singkat atau berkepanjangan dalam kemampuan yang berbeda.
2.     Pengertian Lansia
lanjut usia merupakan periode di mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan ini dapat mulai dari usia 60 tahun sampai meninggal[3].
Meskipun seseorang masih kuat dalam fisiknya ataupun bisa bekerja untuk mencari nafkah bila ia sudah berumur 60 tahun maka orang tersebut dinamakan orang yang lanjut usia. Bila melihat pengertian ini maka masa lanjut usia bukan didasarkan karena ketidakmampuan dalam bekerja ataupun berkurangnya atau menurunnya kondisi fisik seseorang yang tua, tapi dilihat atas dasar kronologi usia. Meskipun orang yang lanjut usia mayoritas mengalami penurunan kondisi fisik (kesehatan) karena penuaan. Bagaimanapun proses menua pada manusia, juga pada makhluk hidup lainnya, ialah proses alami dan merupakan suatu kemutlakan hokum alam yang pasti terjadi.
3.     Cirri-ciri lansia
Menurut Elizabeth Hurlock terdapat beberapa ciri-ciri orang lanjut usia, yaitu :
1.      Usia lanjut merupakan periode kemunduran
Kemunduran pada lansia sebagian datang dari faktor fisik dan faktor psikologis. Kemunduran dapat berdampak pada psikologis lansia. Motivasi memiliki peran yang penting dalam kemunduran pada lansia. Kemunduran pada lansia semakin cepat apabila memiliki motivasi yang rendah, sebaliknya jika memiliki motivasi yang kuat maka kemunduran itu akan lama terjadi.
2.      Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas
Lansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat-pendapat klise yang jelek terhadap lansia. Pendapat-pendapat klise itu seperti lansia lebih senang mempertahankan pendapatnya dari pada mendengarkan pendapat orang lain.
3.      Menua membutuhkan perubahan peran
Perubahan peran tersebut dilakukan karena lansia mulai mengalami kemunduran dalam segala hal. Perubahan peran pada lansia sebaiknya dilakukan atas dasar keinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari lingkungan.
4.      Penyesuaian yang buruk pada lansia
Perlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia cenderung mengembangkan konsep diri yang buruk. Lansia lebih memperlihatkan bentuk perilaku yang buruk. Karena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian diri lansia menjadi buruk.[4]
4.     Perkembangan terjadi pada lansia
A.      Perkembangan fisik
Perkembangan fisik pada masa lansia terlihat pada perubahan perubahan fisiologis yang bisa dikatakan mengalami kemunduran, perubahan perubahan biologis yang dialami pada masa lansia yang terlihat adanya kemunduran tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan terhadap kondisi psikologis.[5]
Perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih besar dibandingkan dengan periode periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat rentetan perubahan perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan, dengan penekanan pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian proses penuaan yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan hilangnya fungsi tubuh kadangkala dapat diperbaiki.
Terdapat sejumlah perubahan fisik yang terjadi pada periode lansia yaitu :
·         Perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel-sel tubuh.
Penurunan mitosis menyebabkan kecepatan jumlah sel yang rusak tidak seimbang dengan jumlah sel yang baru. Keadaan ini menyebabkan tubuh lebih banyak kehilangan sel, daripada jumlah sel yang baru sebagai pengganti. Diperkirakan orang berusia antara umur 65 – 70 tahun akan kehilangan 20% dari keseluruhan sel-sel saraf yang dimilikinya.
·         Pertumbuhan dan reproduksi sel-sel menurun.
Pada proses ini terjadi banyak kegagalan dalam pergantian sel-sel tersebut sehingga lansia lebih lama sembuh apabila mengalami sakit.
Kehilangan sel-sel tubuh yang menyebabkan penurunan kekuatan dan efisiensi fungsi tubuh, dan kemampuan indera perasa pada lansia. Hal ini terkait dengan perubahan otot, yaitu terjadinya penurunan zat kolagen yang berfungsi untuk menjaga elastisitas
·         Penurunan Dorongan Seks.
Secara psikologis tidak ada alasan mengatakan bahwa orang yang sudah tua tidak dapat lagi menikmati hubungan seks dengan pasangannya, bahkan wanita mengalami pembaruan minat dan kesenangan terhadap hubungan seks. Pada pria yang telah mengalami klimakterium akan memerlukan waktu lama untuk mencapai ereksi dan lebih lama jarak periode refactory, namun bukan berarti mereka terkena impoten. Terpeliharanya ekspresi seksual tergantung pada kesehatan fisik dan mental lansia tersebut
Menurut Hurlock terjadi perubahan fisik berupa penampilan pada usia dewasa akhir, diantanya adalah :
1.      Daerah kepala
·         Hidung menjulur lemas
·         Bentuk mulut akan berubah karena hilangnya gigi
·         Mata kelihatan pudar
·         Dagu berlipat dua atau tiga
·         Kulit berkerut da kering
·         Rambut menipis dan menjadi putih
2.      Daerah Tubuh
·         Bahu membungkuk dan tampak mengecil
·         Perut membesar dan tampak membuncit
·         Pinggul tampak menggendor dan tampak lebih besar
·         Garis pinggang melebar
·         Payudara pada wanita akan mengendor
3.      Daerah persendian
·         Pangkal tangan menjadi kendor dan terasa berat
·         Kaki menjadi kendor dan pembuluh darah balik menonjol
·         Tangan menjadi kurus kering
·         Kaki membesar karena otot-otot mengendor
·         Kuku tangan dan kaki menebal, mengeras dan mengapur.[6]
Pada umumnya perubahan pada masa lansia meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistem organ tubuh, diantaranya sistem pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan tubuh, muskuloskeletal, gastrointestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen.
a.       Sistem pernafasan pada lansia.
Kapasitas pernafasan pada lansia akan menurun pada usia 60 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru-paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah. Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki fungsi paru-paru dengan latihan latihan memperkuat diafragma.
b.      Perubahan Sistem persyarafan.
1.      Mengecilnya syaraf panca indera.
2.      Otak dan sistem syaraf. Aspek yang signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron neuron itu tidak mengganti dirinya sendiri. Meskipun demikian otak dapat cepat sembuh dan memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya untuk bisa berfungsi di masa dewasa akhir.[7] Lambat dalam merespon dan waktu untuk berfikir.
3.      Perkembangan Sensori.
Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan,pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi mulai awal masa dewasa tengah. Adaptasi terhadap gelap lebih menjadi lambat, yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap[8].
Penurunan penglihatan ini biasanya dapat dirunut dari pengurangan kualitas dan intensitas cahaya yang mencapai retina. Di puncak usia tua, perubahan ini mungkin disertai oleh perubahan perubahan kemunduran dalam retina, menyebabkan beberapa kesulitan dalam penglihatan.
Meskipun pendengaran dapat mulai pada masa dewasa tengah, hal itu biasanya tidak banyak membawa kesulitan sampai masa dewasa akhir. Pada saat itu banyak sekali alat bantu pendengaran yang bisa dipakai untuk bantuan pendengaran. Tuli, biasanya disebabkan oleh kemunduran selaput telinga, syaraf penerima penerima suara didalam telinga.
Selain berukurangnya penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan dalam kepekaan rasa dan bau. Kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan dengan rasa manis dan asin.
c.       Perubahan panca indera yang terjadi pada lansia.
Mulai pada usia 70 tahunan. Perubahan indera penciuman, penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan fungsi seiring dengan bertambahnya usia.
Berikut ini perubahan–perubahan pada panca indra tersebut diantaranya :
·         Penglihatan
a.       Kesulitan melihat warna
b.      Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
c.       Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa).
d.      Meningkatnya ambang pengamatan sinar : daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat, susah melihat dalam cahaya gelap.
e.       Menurunnya lapang pandang & berkurangnya luas pandang.[9]
·         Pendengaran
Pres-bycusis(gangguan pada pendengaran): Hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara, antara lain nada nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata kata, 40% terjadi pada usia diatas umur 65 tahun.[10]
·         Peraba.
a)     Kemunduran dalam merasakan sakit.
b)     Kemunduran dalam merasakan tekanan, panas dan dingin.
c)      Perubahan cardiovaskuler pada usia lanjut.
Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Bagaimanapun, kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun.
B.      Perkembangan kognitif
·         Perkembangan Intelektual
Menurut david Wechsler(desmita)kemunduran kemampuan mental merupakan bagian dari proses penuaan organisme sacara umum, hampir sebagian besar penelitian menunjukan bahwa setelah mencapai puncak pada usia antara 45-55 tahun, kebanyakan kemampuan seseorang secara terus menerus mengalami penurunan, hal ini juga berlaku pada seorang lansia.
Ketika lansia memperlihatkan kemunduran intelektualiatas yang mulai menurun, kemunduran tersebut juga cenderung mempengaruhi keterbatasan memori tertentu. Misalnya seseorang yang memasuki masa pensiun, yang tidak menghadapi tantangan-tantangan penyesuaian intelektual sehubungan dengan masalah pekerjaan, dan di mungkinkan lebih sedikit menggunakan memori atau bahkan kurang termotivasi untuk mengingat beberpa hal, jelas akan mengalami kemunduran memorinya. Menurut Ratner et.al(desmita)penggunaan bermacam-macam strategi penghafalan bagi orang tua , tidak hanya memungkinkan dapat mencegah kemunduran intelektualitas, melinkan dapat menigkatkan kekuatan memori pada lansia tersebut.[11]
Kemerosotan intelektual lansia ini pada umumnya merupakan sesuatau yang tidak dapat dihindarkan, disebabkan berbagai faktor, seperti penyakit, kecemasan atau depresi. Tatapi kemampuan intelektual lansia tersebut pada dasarnya dapat dipertahankan. Salah satu faktor untuk dapat mempertahankan kondisi tersebut salah satunya adalah dengan menyediakan lingkungan yang dapat merangsang ataupun melatih ketrampilan intelektual mereka, serta dapat mengantisipasi terjadinya kepikunan.
C.      Perkembangan psikososial
Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.
Menurut Erikson dalam bukunya Desmita perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas.
D.     Perkembangan Keintiman
Keintiman dapat diartikan sebagai suatu kemampuan memperhatikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Orang-orang yang tidak dapat menjalin hubungan intim dengan orang lain akan terisolasi. Menurut Erikson, pembentukan hubungan intim ini merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh orang yang memasuki masa dewasa akhir.
E.      Perkembangan Generatif
Generativitas adalah tahap perkembangan psikososial ketujuh yang dialami individu selama masa pertengahan masa dewasa. Ketika seseorang mendekati usia dewasa akhir, pandangan mereka mengenai jarak kehidupan cenderung berubah. Mereka tidak lagi memandang kehidupan dalam pengertian waktu masa anak-anak, seperti cara anak muda memandang kehidupan, tetapi mereka mulai memikirkan mengenai tahun yang tersisa untuk hidup. Pada masa ini, banyak orang yang membangun kembali kehidupan mereka dalam pengertian prioritas, menentukan apa yang penting untuk dilakukan dalam waktu yang masih tersisa.
F.      Perkembangan Integritas
Integritas merupakan tahap perkembangan psikososial Erikson yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang, produk-produk dan ide-ide, serta setelah berhasil melakukan penyesuaian diri dengan bebrbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Lawan dari integritas adalah keputusan tertentu dalam menghadapi perubahan-perubahan siklus kehidupan individu, terhadap kondisi-kondisi sosial dan historis, ditambah dengan kefanaan hidup menjelang kematian.[12]
Tahap integritas ini ini dimulai kira-kira usia sekitar 65 tahun, dimana orang-orang yang tengah berada pada usia itu sering disebut sebagai usia tua atau orang usia lanjut. Usia ini banyak menimbulkan masalah baru dalam kehidupan seseorang. Meskipun masih banyak waktu luang yang dapat dinikmati, namun karena penurunan fisik atau penyakit yang melemahkan telah membatasi kegiatan dan membuat orang tidak menrasa berdaya.
Terdapat beberapa tekanan yang membuat orang usia tua ini menarik diri dari keterlibatan sosial:
ü  ketika masa pensiun tiba dan lingkungan berubah, orang mungkin lepas dari peran dan aktifitas selama ini,
ü  penyakit dan menurunnya kemampuan fisik dan mental, membuat ia terlalu memikirkan diri sendiri secara berlebihan,
ü  orang-orang yang lebih muda disekitarnya cenderung menjauh darinya,
ü  pada saat kematian semakin mendekat, orang ingin seperti ingin membuang semua hal yang bagi dirinya tidak bermanfaat lagi.
G.     KESIMPULAN
1.      Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman, perkembngan berarti perubahan kualitatif ini berarti perkembangan  bukan sekedar perubahan beberapa centimeter tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek.
2.      lanjut usia merupakan periode di mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan ini dapat mulai dari usia 60 tahun sampai meninggal.
Cirri-cirinya adalah:
ü  Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas
ü  Usia lanjut merupakan periode kemunduran
ü  Menua membutuhkan perubahan peran
ü  Penyesuaian yang buruk pada lansia.
3.      Perkembangan pada lansia terdiri atas
ü  Perkembangan fisik
ü  Perkembangan kognitif
ü  Perkembangan psikososial









DAFTAR PUSTAKA
Elizabeth ,Hurlock B.. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.  Jakarta, Erlangga. 1980
santrock ,John w. Perkembangan Masa Hidup. Jakarta:erlangga, 2002.
Desmita, psikologi perkembangan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2010,
Papalia ,Diane E,dkk, psikologi perkembangan. Jakarta:kencana prenada media group, 2008.


[1] Hurlock Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. ( Erlangga, Jakarta).hal 430
[2] Elizabeth B.hurlock, Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang hayat: (Erlangga ,1980) hal 450
[3] John w,santrock. Perkembangan Masa Hidup. Jakarta:erlangga,2002, hal 193
[4] Elizabeth Hurlock B. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. 1980.(Erlangga, Jakarta)hal 380
[5] John W. Santrock, op, cit., hlm. 198
[6] Elizabeth Hurlock B. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.jakarta:erlangga, 1980.hal 385
[7] Ibid., hlm. 198
[8] Desmita, psikologi perkembangan, bandung: PT Remaja rosdakarya,2010, hal 236
[9] Diane E.papalia,DKK, psikologi perkembangan. Jakarta:kencana prenada media group, 2008. Hal 859
[10] Ibid,.hal 860
[11] Desmita, psikologi perkembangan, bandung: PT Remaja rosdakarya,2010, hal 241
[12] Ibid,.hal242

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar