Rabu, 10 April 2013

JENIS-JENIS MEDIA DAN SUMBER BELAJAR



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dapa diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya.
Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal disekolah-sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa terencana, baik dalam aspek pengetahuan,keterampilan, maupun sikap. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain terdiri atas murid, guru, petugas, perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran (modul, buku, majalah, rekaman video atau audio, dan yang sejenisnya), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas (Proyektor overhead, perekam pita audio atau video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar, dll).
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya - upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil - hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapt menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Demikian lebih jelasnya, akan dijelaskan pada pembahasan media di bawah ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Media Pembelajaran ?
2. Bagaimana fungsi, nilai dan manfaat pada media pembelajaran ?
3. Apa sajakah jenis-jenis media pembelajaran ?
4. Bagaimana Pemilihan media pembelajaran ?
5. Bagaimana penggunaan media pembelajaran ?
6. Bagaimana pengembangan media pembelajaran ?

C. Tujuan
1. Untuk mendeskripsikan pengertian dari Media pembelajaran
2. Untuk mendeskripsikan fungsi, nilai dan manfaat dari pada media pembelajaran
3. Untuk mendeskripsikan jenis-jenis media pembelajaran
4. Untuk mendeskripsikan pemilihan media pembelajaran
5. Untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran
6. Untuk mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran



















BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MEDIA
1. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiyah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari oengirim ke penerima pesan.[1]
Secara harfiah kata media memiliki arti ” perantara” atau pengantar. Association for Education and communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. [2]
Sumber belajra adalah bahan termasuk juga termasuk alat permainan untuk memberikan informasi maupun berbagai ketrampilan kepada murid maupun guru antara lain buku referensi, buku cerita, gambar-gambar, nara sumber, benda atau hasil-hasil budaya.[3]
2. Landasan Teoretis Penggunaan Media pembelajaran
Pemrolehan pengetahuan dan keterampilan, perubahan-perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Menurut bruner (1966) ada tiga tingakatan utama modus belajar[4] :
A. Pengalaman langsung (enactive) adalah mengerjakan, misala arti kata "simpul" dipahami dengan langsung membuat "simpul".
B. Pengalaman piktorial/gambar (iconic) kata "simpul" dipelajari dari gambar, lukisan, foto, atau film.
C. Pengalaman abstrak (symbolic) siswa membaca atau mendengar kata "simpul" dan mencoba mencookkannya dengan pengalamannnya membuat simpul. Ketiga tingkat pengalaman ini saling berinteraksi dalam upaya memperoleh "pengalaman "(pengetahuan, keterampilan, atau sikap) yang baru.
Tingkatan pengalam pemrolehan hasil belajar seperti itu digambarkan oleh Dale (1969) sebagai suatu proses komunikasi. Materi yang ingin disampaikan dan diiinginkan siswa dapat menguasainya disebut sebagai pesan. Levie & levie (1975) yang mereview hasil-hasil penelitian tentang belajar melalui stimulus gambar dan stimulus kata atau visual dan verbal menyimpulkan bahwa stimulus visual membuahkan hasil belajar yang lebih baik untuk tugas dan menghubungkan fakta dan konsep. Di lain pihak, stimulus verbal memberi hasil belajar yang lebih baik apabila pembelajaran itu melibatkan ingatan yang berturut-turut. Ini juga merupakan dukungan juga atas konsep dual coding hypothesis dari paivio (1971).
3. Ciri-ciri Media Pembelajaran
Gerlach & Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media, antara lain :
a)        Ciri fiksatif (fixative Property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. Dengan ciri ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian/ obyek yang terjadi pada satu waktu tertentu ditransportasikan tanpa mengenal waktu. Dan ciri ini juga sangatlah penting bagi seorang guru.
b)        Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Transformasi suatu kejadian/ obyek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording. Manipulasi kejadian atau obyek dengan jalan mengedit hasil rekaman dapat menghemat waktu.
c)        Ciri Distributif (Distributive Property)
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu obyek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan  kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Dewasa ini, distribusi media tidak hanya terbatas pada satu kelas atau beberapa kelas pada sekolah-sekolah didalam suatu wilayah tertentu, tetapi juga media itu misalnya rekaman video, audio, disket komputer dapat disebarluaskan ke penjuru tempat yang diinginkan kapan saja.[5]


B. FUNGSI, NILAI DAN MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
1. Fungsi Media Pembelajaran
Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Levie & Lentz (1982) mengemukakan 4 fungsi media pengajaran, khususnya media visual, yaitu[6] :
a.        Fungsi Atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
b.        Fungsi Afektif  media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.
c.         Fungsi Kognitif  media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.        Fungsi Kompensatoris media pengajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dan lambat menerima isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau secara verbal.
Dan menurut Kemp & Dayton (1985) dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk merorangan, kelompok/ kelompok jumlah besar, yaitu (1) memotivasi minat dan tindakan, (2) menyjikan informasi, (3) memberi intruksi.
2. Nilai Media Pembelajaran
Penggunaan media mengajaran dapat mempertinggi prosil dan hasil pengajaran yakni berkenaan dengan taraf berfikir siswa. Taraf berfikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berfikir kongkret menuju ke berfikir abstrak, dimulai dariberfikir sederhana menuju ke berfikir kompleks. Penelitia yang dilakukan terhadap penggunaan media pengajaran dalam proses belajar- mengajar sampai kepada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar para sisw menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran tanpa media dengan pengajaran menggunakan media. Oleh sebab itu penggunaan media pengajaran dalam proses pengajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran.[7]
3. Manfaat Media Pembelajaran
Banyak sekali manfaat media, akan tetapi dari pendapat beberapa ahli, dapat disimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran didalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1)        Media pengajaran dapat meperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2)        Media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3)        Media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera ruang dan waktu;
a)  Obyek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung diruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio atau model.
b)  Obyek atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide, atau gambar.
c)  Kejadian langka yang terjadi dimasa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide disamping secara verbal.
d) Obyek atau proses yang amat rumit seperti edaran dapat ditampilkan secara kongkret melalui film, gambar, slide, atau simulasi komputer.
e)  Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti komputer, film, dan video.
f)   Peristiwa alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataannya memakan waktu lama seperti proses kepompong menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan teknik-teknik rekaman seperti time-lapse untuk film, video, slide, atau simulasi komputer.
4)  Media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepad siswa tentang peristiwa-peristiwa dilingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata, kunjungan- kunjungan ke museum atau kebun binatang.[8]
C. KLASIFIKASI dan JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Rudi Bretz (1977) mengklasifikasi ciri utama media pada tiga unsur pokok media yaitu suara, visual dan gerak. Bentuk visual itu sendiri di bedakan lagi pada tiga bentuk,yaitu gambar visual, garis dan symbol. Disamping itu dia juga membedakan media siar (transmisi) dan media rekam (recording), sehingga terdapat 8 klasifikasi media:
1.      Media audio visual gerak
2.      Media audio visual diam
3.      Media audio semi gerak
4.      Media visual gerak
5.      Nedia visual diam
6.      Media visual semi gerak
7.      Media audio
8.      Media cetak[9]

Menurut Oemar Hamalik (1985:63) dan empat klasifukasi media pengajaran, yaitu:
1.      Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projection, papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster, peta dan globe.
2.      Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya, phonographe record, transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder.
3.      Alat-alat yang bisa dilihat dan didengar,misalnya film dan televisi, benda-benda tiga dimensi yang biasanya dipertunjukkan, misalnya ; model, spicements, bak pasir, peta electris, koleksi diorama.
4.      Dramatisasi, bermain peranan, sosio drama, sandiwara boneka, dan sebagainya.
Disamping itu para ahli media lainnya juga membagi jenis-jenis media pengajaran itu kepada:
1.      media asli dan tiruan
2.      media bentuk papan
3.      media bagan dan grafis
4.      media proyeksi
5.      media dengar (audio)
6.      media cetk atau printed materials[10]
Adapun jenis-jenis media pembelajaran lainnya :
       I.            Media grafis
Media grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber kepenerima pesan (reserver), dimana pesan dituangkan melalui symbol komunikasi visual.
Media grafis mempunyai jenis yang bermacam-macam, beberapa di antaranya :
A.    Media bagan (chart)
Adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagrammatic dengan meggunakan lambing-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang. Didlam bagan sering dijumpai berbagai jenis media grafis lain, seperti gambar, diagram, kartu atau lambing-lambang verbal. [11]
Adapun beberapa jenis bagan ini antara lain:
                        Bagan pohon (Tree Chart)
Gambar pohon ini menggambarkan arus diagram berasal dari akar ke batang, menujub ke cabang-cabang dan ranting-ranting. Bagan ini juga dapat menggambarkan suatu keadaan pengelompokkan.
                        Bagan Organisasi
Bagan organisasi ini adalah suatu bagan yang menggambarkan susunan dan hirarki suatu organisasi. Bagan semacam ini dihubungkan oleh garis-garis , dan masing-masing garis mempunyai arti tertentu.
                        Bagan Garis Waktu
            Bagan garis waktu atau juga disebut Time Line Chart adalah bagan yang menunjukkan atau yang menggambarkan kronologi atau hubungan peristiwa dalam suatu periode atau waktu.Pesan-pesan yang disampaikan biasanya disajikan dalam bagan secara kronologis.[12]
B.     Grafik (Graph)
Grafik merupakan gambar sederhana yang disusun Menurut  matematika, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik mengandung ide, objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan symbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat.
Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhuungan secara singkat dan jelas.
Beberapa keuntungan menggunakan grafik adalah:
1.      Bermanfaat untuk menerangkan data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
2.      Kemungkinan pembaca ntuk memahami data yang disajikan dengan cepat dan menyuluruh, baik dalam bentuk ukuran jumlah pertumbuhan atau arah suatu kemajuan.
3.      Penyajian angka lebih cepat, jelas, menarik, ringkas, dan logis.[13]
Ada beberapa jenis grafik yang telah lazim dan umum diketahui, yakni:
1.      Grafik Garis atau Kurva (Line Graph)
Yaitu grafik yang menggunakan garis-garis yang terdiri ari garis-garis absis dan ordianat, atau garis horizontal dan vertical.Grafik garis itu dapat menunjukkan suatu keadaan atau perkembangan dalam jangka waktu tertentu dengan jelas sekali.
2.      Grafik batang (Bar Graph)
Grafik batang juga menggunkan garis-garis yang mengkomunikasikan garis horizontal dan garis vertical dan dibuat garis bantu berupa petak-petak. Pada grafik ini dapat dilihat dengan jelas perbandingan keadaan dari waktu kewaktu.
Untuk menggambarkan grafik batang ini diperlukan sumbu datar dan sumbu tegak lurus. Sumbu datar ini dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama, begitu juga sumbu tegaknya. Skala pada sumbu datar dengan skala sumbu tegak tidak perlu sama.
3.      Grafik Lingkaran (piegraph)
Garfik lingkaran (piegraph) juga disebut dengan Circle graph menunjukkan hubungan yang bersifat persentasi atau hubungan frekuensi.Grafik ini berupa gambar sebuah lingkaran yang dibagi-bagi menjadi beberapa sektor.Tiap sektor menggambarkan kategori data yang telah diubah menjadi bentuk grafik lingkaran.[14]
4.      Grafik symbol (pictorialgraph)
grafik symbol atau gambar ialah grafik yang menggunakan gambar sebagai symbol untuk menghitung jumlah yang digrafiskan. Grafik ini sangat menarik untuk dilihat, lebih menarik lagi jika grafik symbol yang digunakan cukup bagus dan memiliki karakteristik tertentu.Setiap satuan jumlah tertentu dibuat sebuah sesuai dengan datanya.
5.      Grafik peta dan Globe
Grafik peta disebut juga kartogram, yang melukiskan keadaan hubungan dengan tempat kejadianya. Namun secara khusus peta dan Globe tersebut memberikan informasi tentang:
1.      Keadaan permukaan bumi, dataran rendah, sungai-sungai, gunung-gunung, dan serta perairan lainya.
2.      Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat lain; data budaya dan kemasyarakatan seperti misalnya populasi atau pola bahasa atau pola bahasa/ adat istiadat
3.      Data ekonomi, seperti misalnya petanian, industry atau perdagangan internasional
Manfaat dan kelebihan Grafik peta dan globe ini adalah;
1.      Memungkinkan siswa mengerti posisi dan kesatuanpolitik, perbedaan ras, dan budaya antar bangsa, benua, pulau, dan lain-lain.
2.      Merangsang minat siswa untuk mengetahui tentang dan pengaruh-pengaruh geografis, dan sebagainya.[15]
C.    Media Diagram
Diagram merupakan susunan garis-garis dan menyerupai peta dari pada gambar. Diagram sering juga digunakan untuk meningkatkan letak bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta hubungan satu bagian yang lain. Misalnya diagram untuk menentukan ruang kelas; dimana letak dinding pintu, jendela, kursi, dan papan tulis dan sebagainya.[16]
D.    Poster
Poster merupakan gabungan antaragambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atau dua ide pokok, poster hendaknya dibuat dengan gambar dekoratif dan huruf yang jelas.
            Ciri-ciri poster yang baik adalah;
1.      Sederhana
2.      Menyajikan satu ide
3.      Dengan slogan yang ringkas;
4.      Gambar dan tulisan yang jelas, dan;
5.      Mempunyai komposisi dan variasi yang bagus.[17].
E.     Karikatur dan Kartun
Karikatur dan kartun merupakan garis yang dicoret dengan spontan yang menekankan kepada hal-hal yang dianggap penting, beda natra poster dan karikatur terletak pada; arikatur kadang-kadang lebih menggigit dan krisit. Coretan-coretan pada karikatur, misalnya coretan pada wajah manusia yang mirip dengan yang karikaturkan memberikan pesan politis, meskipun coretan-coretan kelihatan.
Sedangkan kartun ide utamanya adalah menggugah rasa lucu dan kesan utamanya adalah senyum dan ketawa.Kesan kritis dan humor yang diberikan karikatur dan kartun menyebabkan informasi yang disampaikan tahan lama dalam ingatan anak.
F.     Media Gambar atau foto
Foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Foto ini merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis.  Foto ini dapat mengatasi ruang dan waktu.
Beberapa kelebihan Media Gambar/Foto
a.       Lebih konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika disbanding dengan bahasa verbal.
b.      Dapat mengatasi keterbatasan mata.
c.       Memperjelas masalah dalam bidang apa saja, dan dapat digunakan untuk semua orang tanpa memandang umur.
Jenis-jenis Media Gambar/Foto
1.      Foto dokumentasi, yaitu gambar yang mempunyai nilai sejarah bagi individu maupun masyarakat.
2.      Foto actual, yaitu gambar yang menjelaskan sesuatu kejadian yang meliputi berbagai aspek kehidupan, misalnya gempa, topan, dan sebagainya.
3.      Foto pemandangan, yaitu gambar yang melukiskan pemandangan sesuatu daerah atau lokasi.
4.      Faoto iklan/reklame, yaitu gambar yang digunakan untu mempengaruhi orang atau masyarakat konsumen.
5.      Foto simbolis, yaitu gambar yang menggunkan bentuk symbol atau tanda yang mengungkapkan massage (pesan) tertentu.
G.    Media Gambar Sederhana dengan Garis Lingkaran
Bagai guru yang kurang pandai menggambarkan dapat mempergunakan gambar sederhana dalam menerangkan materi pelajaran hanya dengan membuat garis dan lingkaran (stick figure).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat gambar dengan garis lingkaran, sebagaimana yang dikemukankan oleh Amir Hamzah Suleiman(1995:112) sebagai berikut:
1.      Gunakan warna yang gelap untuk garis dan lingkaran supaya kontras dengan kertas sebagai latar belakangnya.
2.      Jangna ragu-ragu untuk memulai gambar onjek yang dimaksud dan pelajari sambil melakukanya.
3.      Gambar-gambar harus besar dan garis-garis harus tebal agar jelas.
4.      Tentukan terlebih dahulu bidang gambar, pilihlah di antara dua bidang, bidang yang tegak dan bidang datar.
5.      Gunakan satu bidang saja untuk satu objek
6.      Gunakan seluruh bidang dan jangan biarkan sebagian besar bidang ada yang kosong.
7.      Ada baiknya membuat sketsa lebih dahulu dengan pensil supaya dapat dihapus jika keliru, kemudian dapat digunakan dapat digunakan spidol atau tinta.[18]


H.    Media Komik
Komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas, mudah dipahami.Oleh sesbab itu media komik dapat berfungsi sebagai media yang informative dan edukatif.
    II.            Media Visual Dua Dimensi
Media vidual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksikan dan terdiri dari perangkat keras (hardware)dan perangkat lunak(software). Penggunaan media ini memerlukan aliran listrik untuk dapat menggerakkan pemakainnya. Ada beberapa jenis media visual dua dimensi ini antara lain:
A.    Overhead Proyector (OHP)
OHP ini telah ditemukan sejak tahun 1930-an yaitu sejak adanya penemuan lensa fresnal yang digunakan dalam OHP. Penggunaan OHP dalam dunia pendidikan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:
1.      Bersifat konkrit. OHP dapat merangsang indera mata siswa di samping indera telinga melalui kata-kata guru, sehingga materi yang di sampaikan lebih konkrit.
2.      Mengatasi batas ruang dan waktu, benda-benda yang sulit dibawa ke dalam keals dan kejadian-kejadian masa lampau dapat diperagakan melalui OHP.
3.      Mengatasi kelemahan-kelemahan penca indera, gerakan suatu objek yang terlalu cepat atau terlalu lambat yang tidak dapat diamati dengan sempurna, maka dengan membuat gambar di atas transparan dapat diatasi dengan baik.
4.      Transparansi dapat ditulis saat OHP digunakan dan pengontrolan siswa-siswa dengan mudah dapat karena guru dan siswa selalu berhadapan.
5.      Dapat di gunakan pada cahaya yang terang karenaa OHP menghasilkan cahaya yang kuat dan lain-lain.
Bagian-bagian dari OHP :
1.      Kepala (projection head), pada bagian kepala oni terdapat lensa pemotret yang membawa gambar ke layar (screen). Kepala OHP ini dapat diatur tinngi sesuai dengan kedudukan layar.
2.      Lampu halogen letaknya di dalam kotak yang berkekuatan antara 650-750 watt. Karena kuatnya lampu tersebut maka OHP dapat digunakan di tempat yang terang.
3.      Lensa cekung, terletak dibawah atau di samping lampu halogen yang memantulkan cahaya ke lensa fresnal dan plat kaca pada permukaan kotak.
4.      Transparansi, diletakkan pada fresnal dan plat kaca pada permukaan kotak proyektor yang dipantulkan ke layar.
5.      Rol film, yaitu transparansi yang dapat digulung sehingga si pemakai tidak perlu susah menggantinya.
B.     Slide
Slide dan filmstrip merupakan media yang diproyeksikan, dapat dilihat dengan mudah oleh para siswa di kelas. Slide adalah sebuah gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya(schining light) melalui proyektor. Biasanya ukuran slide 2x2 atau 3 x 4 cm. bahan yang digunakan untuk slide dapat berupa: a) etched glass, dapat ditulis dengan tinta, tidak menyebar, dan dapat dibuat gambar pinggir yang bagus, dan dapat juga ditulis dengan pensil biasa, b) coated glass, disini dapat dibuat gambar secara terperinci, bila digunakan tinta yang sesuai untuk itu, c) sensisitised glass, biasa digunakan untuk slide, fotografi yang tidak dicetak.
Menurut Andre Rinanto (1982 : 49-50), sound slide mempunyai keistemewaan sebagai berikut :
1.      Mampu menarik perhatian anak. Dengan munculnya gambar di dinding serta mendengar suara yang keluar dari kaset, perasaan siswa menjadi tertuguh dan berminat untuk memperhatikannya, apalagi kalau gambar yang di munculkan tersebut bersifat ekspresi-ekspresi dan mengena pada kehidupan mereka.
2.      Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir, dapat menghindarkan pengertian-pengertian yang abstrak.
3.      Memberikan pengalaman yang nyata kepada anak didik, sehingga dapat menumbuhkan self activity. Sesuatu yang hanya divisualisasikan untuk pengalaman.
4.      Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berfikir, di dalam sound slideada messege yang akan di ungkapkan. Sequence ini diatur sedemikian rupa sampai kepada klimaksnya.
5.      Ikut membantu menumbuhkan pengertian, (meaning) yang akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak.
6.      Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar anak, sehingga memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama menetap di dalam diri anak.[19]
 III.            MEDIA AUDIO
Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio ini antara lain;
Ø  Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapt digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan actual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya.Radio juga dapat dijadikan sebagai media pendidikan dan pengajaran yang cukup efektif.
Oemar Hamalik (1985:125)mengemukakan “radio is a power full education tool; teacher can use it effectively at al educational levels and in nearly all phase of education”
Pendapat tersebut menunujukkan bahwa radio dapat merupakan alat pendidikan.
a.       Beberapa keuntungan radio seebagai media pendidikan dan pengajarn adalah:
1.      Harganya lebih murah dan dapat dibeli oleh sebagian besar masyarakat.
2.      Dapat dipindahkan dari suatu ruangan keruangan lainya.
3.      Kalau radio tersebut memiliki tape recorder maka kita dapat merekam siaran-siaran yang penting untuk kemudian di dengar kembali, misalnya siaran pelajaran bahasa Inggris , music atau keterampilan -keterampilan yang dapat menunjang pendidikan.
4.      Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak didik, dengan adanya rangsangan telinga.
5.      Merangsang partisipasi aktif pendengaran
6.      Radio dapat memusatkan perhatian anak didik pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya; misalnya dalam pelajaran bahasa, menyanyi dan sebagainya.
7.      Radio dapat memberikan hal-hal yang lebih baik.
8.      Radio dapat memberikan pengalaman-pengalaman dari dunia luar ke kelas.
9.      Radio dapat mengatasi ruang dan wakt
10.  Radio dapat memberikan berita autentik atau keterangan-keterangan yang sebenarnya, asli dan dapat dipercaya
11.  Mendorong kreatifitas anak didik
12.  Radio berpegaruh terhadap pembentukan pribadi seseorang, menimbulkan social adjustment dan ini merupakan hal yang penting dalam membentuk anak didik menjadi manusia yang baik.
b.      Kelemahan – kelemahan radio antara lain;
1.      Sifat komunikasi radio hanya satu arah (one way comunication). Radio adalah pihak yang memberi sedangkan audien adalah pihak yang menerima.
2.      Program radio telah disentralisir, sehingga guru kurang dapat mempersiapkan bersama anak didik secara baik . Integrasi siaran radio dalam kegiatan belajar mengajar dikelas sering menimbulkan kesulitan.[20]
Ø  Alat perekam Pita Magnetik
Kaset Tape Recorder adalah alat perekam yang menggunakan pita dalam kaset.Pita tersebut digulung-gulung dalam kumparan yang berada dalam kotak yang disebut kaset.
Keuntungan kaset antara lain:
1.      Dengan menggunakan kaset, guru dapat memepersiapkan terlebih dahulu dengan baik
2.      Dengan kaset guru dapat memutar kembali program yang telah disampaikan,  materi tersebut menjadi jelas
3.      Melaui tape recorder mata pelajaran dapat disajikan diluar kelas, misalnya merekam suatu yang akn dibahas dalam materi pelajaran yang akan di sampaikan.
4.      Kaset dapat menimbulkan banyak kegiatan.
5.      Kaset sangat efisien untuk mengajarkan bahasa dan dapat digunakan di labor bahasa karena sangat membantu proses tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran
6.      Kaset yan tida dipergunakan lagi dapat dihapus dan diisi dengan program lainnya.
Ø  Laboratorium bahasa
Adalah alat untuk melatih siswa untuk mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya.Dilaboratorium bahasa ini siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik aakustik dan kotak suara yang telah tersedia.

 IV.            MEDIA AUDIO VISUAL GERAK.
Media auvisual gerak dapat berupa: film bersuara atau gambar hidup atau televise. Berikut akan di bahas jenis-jenis media tersebut.
A.    Film bersuara.
Film yang di maksudkan di sini adalah film sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan dan penyuluhan.
Keuntungan film bersuara antara lain:
·         Film dapat menggambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan suatu ketrampilan tangan dsb.
·         Dapat menimbulkan kesan dan ruang waktu.
·         Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk apresiasi murni.
·         Kalau film tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan.
·         Dapat menggambarkan teori sain dan animasi.
Kekurangan film bersuara:
·         Tidak dapat diselangi dengan keterangan-keterangan yang diucapkan sewaktu film diputar, penghenti pemutaran akan mengganggu konsentrasi audien.
·         Audien tidak akan dapat mengikuti dengan baik kalau film diputar terlalu cepat.
·         Apa yang telah lewat sulit untuk diulang kecuali memutar kembali secara keseluruhan.
·         Biaya pembuatan dan peralatan cukup tinggi dan mahal.
B.     Film.
Oemar Hamalik (1985), mengemukakan cirri-ciri film yang baik sebagai berikut:
·         Dapat menarik minat anak.
·         Benar dan autentik.
·         Up to date dalam setting, pakaian dan lingkungan.
·         Sesuai dengan tingkatan kematangan audien.
·         Teknis yang dipergunakan cukup memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan.
C.     TELEVISI.
Oemar Malik (1985), mengemukakan: “television is an electronic motion picture with conjoided or attentent sound; both picture and sound reach the eye and ear simultanoiusly from a remote broadcast point’’.
Televisi sesungguhnya perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara.
                        Televisi sebagai media pengajaran mengandung beberapa keuntungan antara lain:
·         Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
·         Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai Negara.
·         Dapat menciptakan kembali peristiwa di masa lampau.
·         Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam.
·         Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat
·         Menarik minat anak.
·         Dapat melatih guru,
·         Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.
    V.            DRAMATISIASI, DEMONSTRASI, DAN LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN.
A.    Dramatisisasi.
Adalah tehnik pengajaran yang menggunakan ekspresi. Pada dramatisiasi ini biyasanya anak-anak sebagai pelaku untuk mendramatisiasi segala peristiwa atau keadaaan yang berkenaan dengan pelajaran sejarah atau cerita di masa lampau. Pengajaran melalui dramatisiasi dapat dilakukan dalam bentuk pantonim, sosio-drama.
Keuntungan yang diperoleh dari dramatisiasi ini dalam kegiatan belajar mengajar:
·         Menyalurkan ekspresi anak-anak kedalam kegiatan yang menyenangkan.
·         Mendorong aktivis, inisiatif, kreatif anak sehingga mereka dapat berpatisipasi aktif dalam pelajaran.
·         Memahami isi cerita, karena mereka ikut memainkan peran di dalamnya.
·         Membantu untuk menghilangkan rasa malu, kesegahan, rendah diri, dan kemurungan pada anak.
·         Memupuk rasa saling membantu dan kerja sama antara satu dengan lainnya.
B.     Demonstrasi.
Perbedaan dengan dramatisiasi dan pada demonstrasi ini pada umumnya gurulah yang mendemonstrasikan atau mempertunjukkan bagaimana cara belajar atau melakukan sesuatu kemudian barulah para siswa mengikutinya sebagimana petunjuk guru.
C.     Lingkungan.
Lingkungan yang ada di sekitar kita baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat dijadikan sumber belajar lingkungan meliputi:
·         Masyarakat di sekeliling kita
·         Lingkungan fisik di sekitar sekolah.
·         Memanfaatkan barang-barang bekas.
·         Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.[21]

D. PEMILIHAN MEDIA
Kriteria pemilihan media bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari sistem instruksional secara keseluruhan. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media, yaitu :
1.        Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
2.        Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.
3.        Praktis, luwes, dan bertahan.
4.        Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama,
5.        Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sam efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan.
6.        Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.[22]

E. PENGGUNAN MEDIA
            Dalam memilih media untuk pembelajaran, pengajar sebenarnya tidak hanya cukup mengetahui tentang kegunaan, nilai, serta landasannya, tetapi juga harus mengetahui bagaimana cara menggunakan media tersebut. Adapun prinsip-prinsip umum pengunaan media sebagai berikut :
a.         Penggunaan media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai bagian intergral dalam sistem pembelajaran
b.        Media pembelajaran hendaknya dipandang sebagai sumber dana
c.         Pengajar hendaknya memahami tingkat hirarki (sequence) dari jenis alat dan kegunaannya
d.        Pengujian media pembelajaran hendaknya berlangsung terus , sebelum , selama , dan sesudah pemakaiannya
e.         Penggunaan multi media akan sangat menguntungkan dan memperlancar proses pembelajaran
Prinsip-prinsip penggunaan media menurut Leshin, dkk (1992) yaitu :
a)        Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, min peran, kgiatan kelompok, dll).
b)        Media berbasis cetakan (buku, penuntun, buku kerja/latihan, dan lembaran lepas).
c)        Media berbasis visual (buku, charts, grafik, peta, figur/gambar, transparasi, film, bingkai, atau slide).
d)       Media berbasis audiovisual (video, film, slide bersama tape, televisi).
e)        Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif).[23]
l  Langkah-langkah penggunaan media
a. Persiapan sebelum menggunakan media
1. Mempelajari petunjuk penggunaan media yang akan digunakan atau mungkin diperlukan buku-buku khusus tentang cara penggunaan media yang akan digunakan tersebut, terutama bila dibutuhkan perangkat keras seperti berbagai jenis pesawat proyektor (media elektronik).
2. Semua peralatan yang akan digunakan perlu disiapkan sebelumnya , sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran tidak akan terganggu oleh hal-hal yang bersifat teknis.
b. Pelaksanaan penggunaan media
Pada saat kegiatan belajar dengan menggunakan media berlangsung, hendaknya dijaga agar suasana tetap terjaga . Keadaan tenang tidak berarti pebelajar harus duduk diam , yang penting perhatian pebelajar tetap terjaga.
3. Evaluasi
Tahap ini merupakan tahap penyajian apakah tujuan pembelajaran telah tercapai, selain untuk memantapkan pemahaman materi yang disampaikan melalui media. Untuk itu perlu disediakan tes yang harus dikerjakan oleh pebelajar sebagai umpan balik . Kalau ternyata tujuan belum tercapai, maka pengajar perlu mengulangi sajian program media tersebut
4. Tindak lanjut
Dari umpan balik yang diperoleh , pengajar dapat meminta pebelajar untuk memperdalam sajian dengan berbagai cara , misalnya : diskusi tentang hasil tes , mempelajari referensi dan membuat rangkuman , melakukan suatu percobaan , observasi dll.

F. PENGEMBANGAN MEDIA
            Salah satu kriteria yang sebaiknya digunakan dalam pemilihan media adalah dukungan terhadap isi bahan pelajaran dan kemudahan memperolehnya. Apabila media yang sesuai belum tersedia maka guru berupaya untuk mengembangkan sendiri. Media tersebut meliputi media berbasis visual (yang meliputi gambar, chart, grafik, transparasi, dan slide), media berbasis audio visual (video dan audio tape), dan media berbasis komputer (komputer dan video interaktif).
a.         Media Berbasis Visual
Keberhasilan penggunaan media berbasis visual ditentukan oleh kualitas dan efektivitas bahan-bahan visual dan grafik itu. Hal ini hanya dapat dicapai dengan mengatur dan mengorganisasikan gagasan-gagasan yang timbl, merencanakannnya dengan seksama, dan menggunakan teknik-teknik dasar visualisasi obyek, konsep, informasi, atau situasi. Dalam penataan itu harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keteraduan, penekanan, dan keseimbangan. Unsur-unsur visual selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, warna.
b.        Media Berbasis Audio Visual
Media audio dan audio-visual merupakan bentuk media pengajaran yang murah dan terjangkau. Disamping itu, media ini menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan untuk :
1. Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar
2. Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi
3. Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa
4. Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan- perubahan tingkat kecepata belajar mengenai suatu pokok bahasan atau sesuatu masalah
Media yang digunakan pada audio-visual seperti Radio dan Tape, kombinasi Slide dan Suara.
c.         Media Berbasis Komputer
Disamping digunakan untuk keperluan administrasi dan pengembangan usaha pada perusahaan besar dan kecil, komputerpun mendapat tempat di sekolah-sekolah. Penggunaan komputer sebagai media pengajaran dikenal dengan nama pengajaran dengan bantuan komputer CAI atau CAL. Dilihat dari situasi belajar dimana komputer digunakan untuk tujuan menyajikan isi pelajaran, CAI bisa berbentuk tutorial, drills and practice, simulasi, dan permainan.[24]




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Melalui penggunaan media pengajaran diharapkan dapat mempertinggi proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa. Guru berkewajiban memberikan bantuan kepada siswa tentang apa yang harus dipelajarinya, bagaimana siswa mempelajarinya serta hasil-hasil yang diharapkan diperoleh dari media yang digunakannya. Harus diingat bahwa media adalah alat dan sarana untuk mencapai tujuan pengajaran, serta media bukanlah tujuan.
Penggunaan media tidak dilihat dari segi kecanggihan medianya, tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pengajaran.[25]


















DAFTAR PUSTAKA

Arief s.sadiman, rahardjo, anung haryono, Media pendidikan, 2003, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa
Sodono anggani, sumber belajar dan alat permainan, 2006, Jakarta: PT Grasindo
Sudjana nana, rivai ahmad, media pengajaran, 1991, bandung: CV Sinar Baru
Azhar Arsyad.1997.Media Pengajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Nana Sudjana dan Ahmadi Rivai. 2007. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo





[1] Arief s.sadiman, rahardjo, anung haryono, Media pendidikan, 2003, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, hal 6.
[2] Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal 11.
[3] Sodono anggani, sumber belajar dan alat permainan, 2006, Jakarta: PT Grasindo, hal. 7.
[4] Azhar Arsyad.1997.Media Pengajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Cet 1. Hlm:7
[5] Azhar Arsyad.1997.Media Pengajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Cet 1. Hlm:11
[6] Ibid. 17
[7] Nana Sudjana dan Ahmadi Rivai. 2007. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Hlm. 2
[8] Azhar Arsyad.1997.Media Pengajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Cet 1. Hlm:27
[9]ibid
[10]Op.cit.  Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal 29.
[11]Ibid
[12]Op cit.  Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal37.
[13]Opcit, Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal. 38.
[14] ibid
[15] Opcit , Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal 42
[16] ibid
[17] Opcit, Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal
[18] Opcit,  Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal 55.                                           
[19]Opcit,  Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal 81.                                            
[20]Opcit,  Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal 90
[21]Opcit,  Asnawir, Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, 1997 , PT Intermasa, hal 93.
[22] Azhar Arsyad.1997.Media Pengajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Cet 1. Hlm: 73
[23] Ibid. 79
[24] Azhar Arsyad.1997.Media Pengajaran.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Cet 1. Hlm: 103
[25] Sudjana nana, rivai ahmad, media pengajaran, 1991, bandung: CV Sinar Baru. Hal,7.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar