Kamis, 18 April 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR SERTA ASAS DAN PRINSIP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN



BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku yang ada pada peserta didik setelah melakukan pendidikan. Perubahan tersebut berupa perubahan tingkah laku, kedewasaan, pengalaman, maupun pemikirannya. Sehingga pendidikan begitu banyak memberikan pengaruh terhadap peserta didik. Sehingga banyak sekali faktor yang mempengaruhi proses belajar dan pembelajaran, salah satunya adalah faktor lingkungan.
Dalam pembelajaran juga memerlukan proses-proses tertentu, yang mana proses tersebut dapat menunjang jalannya sebuah pembelajaran yang efektif dan efesien. Sehingga seorang guru harus memahami betul tentang bagaimana proses persiapan, pendekatan maupun proses lainnya terhadap peserta didik. Dengan begitu guru harus mengetahui kepribadian peserta didik untuk memudahkan proses pembelajarannya.
Begitulah peran seorang guru dalam sebuah pendidikan. Dimana guru di tuntut untuk menjadi seseorang yang berpenampilan maupun berperilaku cakap.
           
1.2      Rumusan Masalah
1.   Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar dan pembelajaran?
2.   Apa sajakah proses yang ada dalam belajar dan pembelajaran?
3.   Apa sajakah asas belajar dan pembelajaran itu?

1.3      Tujuan Masalah
1.   Mampu mengetahui dan memahami factor-faktor yang mempengaruhiproses belajar dan pembelajaran
2.   Mampu mengetahui dan memahami proses yang ada dalam belajar dan pembelajaran
3.   Mampu mengetahui dan memahami asas belajar dan pembelajaran



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Pembelajaran PAI
            Jika ada guru yang mengatakan bahwa dia tidak ingin berhasil dalam mengajar, adalah ungkapan orang yang sudah putus asa dan jauh dari kepbribadian seorang guru. Mustahil setiap guru tidak ingin berhasil dalam mengajar. Apalagi jika guru tersebut hadir dalam dunia pedidikan bedasarkan tuntutan hati nurani. Panggilan jiwanya pasti merintih atas kegagalan mendidik dan membina anak didiknya.
Dalam pengembangan kegiatan pembelajaran PAI harus memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan pembelajaran. Karena itu berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembelajaran dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:
  Faktor Ekstern:
Faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri individu yang belajar, yang meliputi faktor sosial, budaya, lingkungan fisik dan lingkungan spiritual atau keagamaan.
a.  Bahan atau Hal yang Dipelajari Siswa
Bahan yang dipelajari akan menentukan bagaimana proses belajar terjadi, bagaimana hasil yang dapat diharapkan, cara pembelajaran serta waktu yang digunakan.
b.  Faktor Lingkungan
1)  Lingkungan alami: Mencakup keadaan suhu, kelembaban udara, dll. Kondisi alam juga berpengaruh dalam keberhasilan suatu pembelajaran.hal ini bisa di lihat ketika seorang pelajar belajar di pagi hari, dalam keadaan udara yang segar, sejuk,  akan lebih baik hasilnya daripada  belajar dalam kondisi uadara yang sangat panas dan pengap.
2)  Lingkungan sosial: berwujud manusia maupun representasinya. Baik itu dalam lingungan keluarga, sekolah, maupun masyarakatnya.
3)  Faktor keluarga: termasuk di dalamnya yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa adalah cara orang tua mendidik, hubungan antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan keluarga.
4)  Faktor sekolah: termasuk di dalamnya antara lain adalah metode mengajar, kurikulum, hubungan guru dengan siswa ataupun sebaliknya, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, keadaan gedung, metode belajar siswa, dll.
5)  Faktor masyarakat: termasuk didalamnya antara  lain adalah bentuk-bentuk masyarakat, media massa( tv, radio, bioskop, dll), kegiatan siswa di masyarakat, teman bergaul baik disekolah  ataupun diluar sekolah.
6)  Lingkungan budaya: adat istiadat, ilmu pengetahuan, tekhnologi, kesenian, dll.
7)  Lingkungan fisik: fasilitas rumah dan fasilitas belajar.
8)  Lingkungan spiritual atau keagamaan, seperti lingkungan yang taat beragama atau yang tidak taat pada agama.
c.  Faktor Instrumental:
Faktor instrumental adalah faktor yang adanya dan pengaruhnya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor ini berfungsi sebagai sarana tercapainya tujuan yang telah dirancang dan berwujud perangkat keras (gedung sekolah, ruang belajar, alat praktikum, pedoman belajar, kurikulum, dsb.
  Faktor Intern
Faktor Intern adalah faktor yang berasal dari dalam atau ada pada diri individu yang belajar, meliputi faktor fisiologis ( jasmaniah), psikologi dan kelelahan.
a.   Kondisi Fisiologis (jasmaniah): Kondisi fisik dan indra peserta didik yaitu faktor jasmaniah  baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh dari luar. termasuk didalamnya adalah kesehatan dan cacat tubuh.
b.   Kondisi Psikologis: yaitu faktor yang bersifat bawaan ataupun yang diperoleh, terdiri atas:
1.   Faktor intelektif, yang meliputi kecerdasan, bakat, dan prestasi yang dimiliki.
2.   Faktor non intelektif, yang meliputi unsur-unsur kepibadian tertentu, yaitu: sikap, kebiasaan, minat kebutuhan,  motivasi, emosi, dan penyesuaian diri.
3.   Faktor kelelahan, yaitu faktor yang berhubungan dengan kelelahan fisik dan kelelahan psikis.

2.2.    Prinsip-Prinsip Belajar dan Pembelajaran
 Dalam upaya pembelajaran pendidikan agama Islam yang efektif dan efisien, hal penting yang perlu diperhatikan adalah prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran. Karena dari konsep ini kita akan mengetahui langkah-langkah apa yang selanjutnya kita kembangkan dalam kegiatan pembelajaran ke depannya. Adapun prinsip-prinsip tersebut antara lain:
1.  Prinsip Belajar:
a.  Belajar berlangsung seumur hidup
Belajar merupakan proses perubahan perilaku peserta didik sepanjang hayat (long life education) dari mulai buaian ibu sampai menjelang masuk ke liang lahat (minal lahdi ilallahdi) yang berlangsung tanpa henti, serasi dan selaras dengan periodesisasi tugas perkembangannya pesrta didik.
b.  Proses belajar adalah kompleks, tetapi terorganiser
Proses belajar banyak aspek yang mempengaruhinya, antara lain: kualitas dan kuantitas peserta didik dengan segala latar belakangnya yang kesemuanya diorganisasikan secara terpadu dan sistematis dalam rangka mencapai tujuan belajar.
c.  Belajar berlangsung dari yang sederhana menuju yang kompleks
Proses pembelajaran disesuaikan dengan tugas perkembangan dan tingkat kematangan peserta didik baik secara fisik maupun secara kejiwaan dari mulai bahan ajar yang sederhana menuju bahan ajar yang kompleks.
d.  Belajar dari mulai yang faktual menuju konseptual
Proses pembelajaran merupakan proses yang sistematis dan integratif, dimana penyajian bahan ajar disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik yang dimulai dengan bahan ajar yang bersifat faktual, yang mudah diamati oleh panca indra menuju bahan ajar yang membutuhkan imajinasi berfikir tingkat tinggi (konseptual).
e.  Belajar mulai dari yang kongkret menuju yang abstrak
Proses pembelajaran berkembang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dari mulai bahan ajar yang mudah diamati secara nyata atau kongkrit menuju proses pembelajaranyang memerlukan daya nalar yang imajinatif, proyektif dan prospektif.
f.   Belajar merupakan bagian dari perkembangan
Proses pembelajaran merupakan mata rantai perjalanan kehidupan peserta didik. episode perkembangan peserta didik harus diisi dengan berbagai pengalaman yang bermakna.
g.  Keberhasilan  belajar dipengaruhi oleh faktor bawaan, lingkungan, pematangan, serta usaha keras peserta didik sendiri.
h.  Belajar mencakup semua aspek kehidupan yang bermakna, dalam rangka membangun manusia yang seutuhnya dan bulat, baik dari sisi agama, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya,dan ketahanan.
i.   Kegiatan berlangsung pada setiap tempat dan waktu, baik dalam lingkungan keluarga (home schooling), sebagai pendidikan awal (tarbiyatul ula) bagi lingkungan masyarakat (non formal education), dan lingkungan sekolahnya (formal education).
j.   Belajar berlangsung dengan guru ataupun tanpa guru.
Proses pembelajaran di abad modern ini, guru bukan satu-satunya sumber belajar tapi masih banyak sumber belajar lainnya.
k.  Belajar yang berencana dan disengaja menuntut motivasi yang tinggi.
l.   Dalam belajar dapat terjadi hambatan – hambatan lingkungan internal, seperti hambatan fisik dan psikis(psikosomatis), dan eksternal seperti faktor lingkungan.
m. Kegitan belajar tertentu diperlukan adanya bimbingan dari orang lain, mengingat tidak semua bahan ajar dapat dipelajari sendiri. Dengan bimbingan peserta didik akan mampu berefleksi untuk berkaca diri (self mirror instropekksi), memahami diri (self understanding), mengenahi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, menerima diri (self acceptance) atau menolak diri (self rejection), memgarahkan diri (self direction), mengembangkan diri (self development) dan menyesuaikan diri (self adjustment).
2.  Prinsip Pembelajaran
a.   Prinsip Kesiapan (Readiness)
Yaitu kondisi fisik-psikis individual yang memungkinkan subyek dapat melakukan belajar. Oleh karena itu agar dapat belajar dengan baik maka dalam proses pembelajaran harus bahan dan tugas yang diberikan disesuaikan dengan faktor kesiapan kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik.
b.   Prinsip motivasi
Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu.jika dalam diri peserta didik memiliki motivasi maka dia akan bersungguh-sungguh dalam belajar. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting oleh kehidupannya. Perbahan nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya. Karenanya bahan-bahan pelajaran yang disajikan hendaknya disesuaikan dengan minat siswa dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Berdasarkan sumbernya motivasi terbagi menjadi 2 macam, yaitu:
1)  Motivasi Instrinsik: motivasi yang datang dari dalam diri peserta didik.
2)  Motivasi ekstrinsik: motivasi yang datang dari lingkungan di luar diri peserta didik.
Oleh karena itu dalam pengembangan pembelajaran pendidikan agama Islam yang perlu diupayakan adalah bagaimana agar dapat mempengaruhi dan menumbuhkan motivasi tinggi pada diri peserta didik dengan metode- metode pembelajaran yang menarik.
c.    Prinsip perhatian
Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup 4 ketrampilan, yaitu:
   Berorientasi pada satu masalah
   Meninjau sepintas isi masalah
   Memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan
   Mengabaikan stimuli yang tidak relevan.

Dalam proses pembelajaran, perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya. Semakin tinggi perhatian peserta didik, maka semakin baik pula peserta didik untuk dapat menerima apa yang disajikan atau atau dipelajari.

d.   Prinsip persepsi
Persepsi adalah suatu proses yang bersifat kompleks yang menyebabkan orang dapat menerima atau meringkas informasi yang diperoleh dari lingkungannya. Oleh karena itu dalam pengembangan pembelajaran  pendidikan agama islam yang perlu diperhatikan adalah:
1.   Makin baik persepsi mengenai sesuatu, makin mudah peserta didik belajar mengingat   sesuatu.
2.   Dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah, karena akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari.
3.   Dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya untuk memperoleh persepsi yang lebih akurat.
e.   Prinsip retensi
Retensi yaitu apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu.oleh karena itu dalam kegiatan pembelajaran hendaknya isi materi yang berikan jelas, ringkas dan bermakna untuk lebih mudah di ingat peserta didik.
f.    Prinsip Transfer
Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat mempengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Oleh krena itu dalam pengetahuan atau ketrampilan yang diajarkan oleh sekolah di harapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan sekarang dan masa depan.
2.3       Asas-Asas Belajar dan Pembelajaran
Sesuai dengan Undang-Undang sistem pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang menyatakan, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Perubahan perilaku dalam belajar mencakup seluruh aspek pribadi pserta didik, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
1.   Indikator Aspek Kognitif (pengetahuan)
Indikator aspek kognitif mencakup:
a.   Ingatan atau pengetahuan (knowlage), yaitu kemampuan yang mengingat bahan yang telah dipelajari.
b.   Pemahaman (comprehension), yaitu kemampuan menangkap pengertian, menterjemahkan dan menafsirkan.
c.    Penerapan (application), yaitu kemampuan menggunakan bahan yang telah dipelajari dalam situasi baru dan nyata.
d.   Analisis (analisys), yaitu kemampuan menguraikan, mengidentifikasi dan mempersatukan bagian yang terpisah, menghubungkan antar bagian guna membangun suatu keseluruhan.
e.   Sintesis (synthesis), yaitu kemampuan menyimpulkan, mempersatukan bagian yang terpisah guna membangun suatu keseluruhan, dan sebagainya.
f.    Penilaian (evaluation), yaitu kemampuan mengkaji nilai atau harga sesuatu, seperti pernyataan atau laporan penelitian yang didasarkan pada suatu kriteria.
2.   Indikator Aspek Afektif (sikap)
Indikator aspek afektif mencakup:
a.   Penerimaan (receiving), yaitu kesediaan untuk menghadirkan dirinya untuk menerima atau memperhatikan pada suatu perangsang.
b.   Penanggapan (responding), yaitu keturut sertaan, memberi reaksi, menunjukkan kesenangan memberi tanggapan secara sukarela.
c.    Penghargaan (valuing), kepeka tanggapan terhadap nilai atas suatu rangsangan, tanggung jawab, konsisten, dan komitmen.
d.   Pengorganisasian (organization), yaitu mengintegrasikan berbagai nilai yang berbeda, memecahkan konflik antar nilai, dan membangun system nilai, serta pengkonseptualisasian suatu nilai.
e.   Pengkarakterisasian, yaitu proses afeksi di mana individi memiliki suatu system nilai sendiri yang mengendalikan perilakunya dalam waktu yang lama yang membentuk gaya hidupnya, hasil belajar ini berkaitan dengan pola umum penyesuaian diri secara personal, social dan emosional.
3.   Indikator Aspek Pskimotor (keterampilan)
Indikator aspek pskimotor mencakup:
a.   Persepsi (perception), yaitu pemakaian alat-alat perasa untuk membimbing efektifitas gerak.
b.   Keksiapan (set), kesediaan untuk mengambil tindakan.
c.    Respons terbimbing (guide respons), yaitu tahap awal belajar keterampilan lebih kompleks meliputi peniruan gerak yang dipertunjukkan kemudian mencoba-coba dengan menggunakan tanggapan jamak dalam menangkap suatu gerak.
d.   Mekanisme (mechnisme), yaitu gerakan penampilan yang melukiskan proses di mana gerak yang telah dipelajari, kemudian diterima atau diadopsi menjadi kebiasaan sehingga dapat ditampilkan dengan penuh percaya diri dan mahir.
e.   Respons nyata kompleks (complex over respons), yaitu penampilan gerakan secara mahir dan cermat dalam bentuk gerakan yang rumit, aktifitas motorik berkadar tinggi.
f.    Penyesuaian (adaptation), yaitu keterampilan yang telah dikembangkan secara lebih baik sehingga tampak dapat mengolah gerakan dan menyesuaikannya dengan tuntutan kondisi yang khusus dalam suasana yang lebih problematis.
g.   Penciptaan (origination), yaitu penciptaan pola gerakan baru yang sesuai dengan situasi dan masalah tertentu sebagai kreativitas.















BAB III
PENUTUP
3.1      Kesimpulan
Sesuai dengan pemaparan makalah diatas, maka dapat kami simpulkan sebagai berikut:
1.   Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI adalah sebagai berikut:
a.   Faktor ekstern
Faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri individu yang belajar, yang meliputi faktor sosial, budaya, lingkungan fisik dan lingkungan spiritual atau keagamaan.
b.   Factor intern
Faktor Intern adalah faktor yang berasal dari dalam atau ada pada diri individu yang belajar, meliputi faktor fisiologis (jasmaniah), psikologi dan kelelahan.
2.   Prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran
Prinsip belajar:
a)   Belajar langsung seumur hidup
b)  Proses belajar adalah kompleks, tetapi terorganisir
c)   Belajar berlangsung dari yang sederhana menuju yang kompleks
d)  Belajar mulai dari yang factual menuju yang konseptual
e)   Belajar mulai dari yang kongkrit menuju abstrak
f)   Belajar merupakan bagian dari perkembangan
g)   Keberhasilan  belajar dipengaruhi oleh faktor bawaan, lingkungan, pematangan, serta usaha keras peserta didik sendiri.
h)  Belajar mencakup semua aspek kehidupan yang penuh makna
i)    Kegiatan belajar berlangsung pada setiap tempat dan waktu
j)    Belajar berlangsung dengan guru ataupun tanpa guru
k)   Belajar yang berencana dan disengaja menuntut motivasi yang tinggi
l)    Dalam belajar dapat terjadi hambatan – hambatan lingkungan internal, seperti hambatan fisik dan psikis(psikosomatis), dan eksternal seperti faktor lingkungan
m) Kegiatan belajar tertentu diperlukan adanya bimbingan dari orang lain
Prinsip pembelajaran:
a)   Prinsip kesiapan
b)  Prinsip motivasi
c)   Prinsip perhatian
d)  Prinsip persepsi
e)   Prinsip retensi
f)   Prinsip transfer
3.   Asas-asas belajar dan pembelajaran
Perubahan perilaku dalam belajar mencakup seluruh aspek pribadi pserta didik, yaitu aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan).

3.2      Saran
Setelah kita mengetahui tentang faktor, prinsip, dan asas yang ada dalam belajar dan pembelajaran. Kita sebagai calon generasi pendidik sebaiknya memahami betul akan faktor, prinsip, dan asas tersebut, supaya mudah dalam membimbing, memahami dan mengarahkan peserta didik, sehingga proses belajar dan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efesien.

Daftar Pustaka
Dr. Dimyati, Drs. Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta.  PT Rineka Cipta
Drs. Muhaimin,M.A.et.al. 2008. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT. Rosda Karya.
Dr. Nanang Hanafiah, M.M.Pd, Drs. Cucu Suhana, M.M.Pd, 2009, Konsep Strategi Pembelajaran, Bandung: PT. Refika Aditama
Drs. Syaiful Bahri Djamarah, Drs. Aswan Zain. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Banjarmasin. PT Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar